Dalam dunia jaringan, ada beberapa jenis routing yaitu routing statis dan routing dinamis.

Routing statis atau Static Routing adalah proses setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dikonfigurasikan secara manual. Sedangkan Routing dinamis atau Dynamic Routing adalah proses setting router jaringan   yang mampu membuat tabel routing secara otomatis. Oke langsung saja simak konfigurasi routing static cisco pada topologi di bawah ini !!



Konfigurasi Router 1 :

Router>en

Router#conf t

Router(config)#hostname R1

R1(config)#int fa0/0

R1(config-if)#no sh

R1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0

R1(config-if)#int fa0/1

R1(config-if)#no sh

R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.252

R1(config-if)#


Ubah konfigurasi IP address PC 1 :

IPAddress : 192.168.1.2

SM : 255.255.255.0

Gateway : 192.168.1.1 (IP Ethernet router yang ke PC 1)



Konfigurasi Router 2 :

Router>en

Router#conf t

Router(config)#hostname R2

R2(config)#int fa0/0

R2(config-if)#no sh

R2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0

R2(config-if)#int fa0/1

R2(config-if)#no sh

R2(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.252

R2(config-if)#


Ubah konfigurasi IP address PC 2 :

IPAddress : 192.168.2.2

SM : 255.255.255.0

Gateway : 192.168.2.1 (IP Ethernet router yang ke PC 2)


Konfigurasi Routing Statis :

R1(config-if)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.10.10.2

R2(config-if)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1



Uji coba hasil routing dengan cara ping dari PC 1 ke PC 2 dan sebaliknya







Read More
Posted by Faiz Abdul Rokhman, S.Kom on Monday, August 15, 2022

Untuk menghubungkan VLAN yang berbeda, dibutuhkan perangkat layer 3 baik itu router atau switch layer 3. Cara pertama adalah dengan menggunakan satu router melalui satu interface. Teknik ini disebut router on a stick. Kekurangan dari teknik ini adalah akan terjadi collision domain karena hanya menggunakan satu interface.

Ada 2 trunking protocol yang biasa digunakan: 

  • ISL = cisco proprietary, bekerja pada ethernet, token ring dan FDDI, menambahi tag sebesar 30byte pada frame dan semua traffic VLAN ditag.
  • IEEE 802.11Q (dot1q) = open standard, hanya bekerja pada ethernet, menambahi tag sebesar 4byte pada frame.
oke langsung saja simak topologi di bawah ini gaesss. . . .

Buat topologi seperti diatas dan konfigurasi VLAN10 dan VLAN20 seperti konfigurasi trunk vlan  di contoh konfigurasi lab sebelumnya  Tambahkan 1 router. Karena hanya menggunakan 1 interface, maka harus dibuat sub-interface untuk dijadikan gateway VLAN. Port SW1 yang terhubung ke router harus diset mode trunk. 

1. Konfigurasi VLAN pada masing-masing switch

Konfigurasi Switch 1 :

Switch1>enable

Switch1#configure terminal

Switch1(config)#vlan 10

Switch1(config-vlan)#name Marketing

Switch1(config-vlan)#vlan 20

Switch1(config-vlan)#name Sales

switch1(config-vlan)#interface fastethernet 0/1

switch1(config-if)#sw access vlan 10

switch1(config-if)#interface fastethernet0/2

switch1(config-if)#switchport access vlan 20 


cek hasil konfigurasi VLAN

switch1(config-if)#do show vlan


Konfigurasi Switch 2 :

Switch2>enable

Switch2#configure terminal

Switch2(config)#vlan 10

Switch2(config-vlan)#name Marketing

Switch2(config-vlan)#vlan 20

Switch2(config-vlan)#name Sales

switch2(config-vlan)#interface fastethernet 0/1

switch2(config-if)#sw access vlan 10

switch2(config-if)#interface fastethernet0/2

switch2(config-if)#switchport access vlan 20 


cek hasil konfigurasi VLAN

switch2(config-if)#do show vlan


2. Konfigurasi Trunk Switch 1 dan Switch 2 agar VLAN yang sama pada Switch yang berbeda bisa salin terhubung :

Switch1(config)#int fa0/10

Switch1(config-if)#switchport mode trunk

cek interface trunk

Switch1(config-if)#do show interface trunk


Switch2(config)#int fa0/10

Switch2(config-if)#switchport mode trunk

cek interface trunk

Switch2(config-if)#do show interface trunk


3. Konfigurasi Router, karena hanya 1 port yang dipakai kita akan buat sub interface pada port tersebut

Router > enable

Router # configure terminal

Router(config) # int fa0/0

Router(config) # no shutdown

Router(config)#interface FastEthernet0/0.10 

Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10 

Router(config-subif)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0 


Router(config-subif)#interface FastEthernet0/0.20 

Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20 

Router(config-subif)#ip address 20.20.20.1 255.255.255.0 


4. Cek interface dengan perintah show ip int brief



5. Konfigurasi Trunk pada interface Switch 1 yang mengarah ke router, agar switch terhubung ke router

Switch1(config)#int f0/11

Switch1(config)#switchport mode trunk


Ubah IP dari masing-masing PC sesuai topologi diatas.

Sekarang ping antar VLAN yang berbeda, yaitu VLAN 10 ke VLAN 20 atau sebaliknya dan catat hasilnya. . . Nice Try ^_^




Read More
Posted by Faiz Abdul Rokhman, S.Kom on Friday, August 5, 2022